Tipe-Tipe Traveler yang Eksis di Indonesia. Mana yang Kamu Banget?

Traveling itu kayak makanan — tiap orang punya gaya dan preferensinya masing-masing. Ada yang suka ngeloyor sendirian, ada yang rame-rame. Ada yang demen menjelajah destinasi dalam negeri, ada pula yang lebih suka ke luar negeri. Yang mana pun, mereka sama-sama berusaha untuk mencari makna dari sebuah perjalanan, dengan alasan yang sederhana sampai yang mendalam.

Berikut adalah tipe-tipe traveler yang biasanya kita temui di perjalanan. Kalau kamu kira-kira masuk yang mana, ya? Cari tahu, yuk!

Dari caranya melakukan perjalanan, traveler bisa digolongkan menjadi tipe-tipe berikut:

 1. Backpacker, didominasi oleh anak muda yang belum kaya tapi masih banyak tenaga

Backpacker

Inilah gaya jalan-jalan yang biasa diadopsi oleh anak muda yang belum kaya—baik secara pengalaman maupun finansial— tapi punya banyak tenaga untuk menjelajah. Tipe ini gampang dikenali dari bawaannya, yaitu sebuah ransel keril yang dia bawa ke mana-mana. Semakin lusuh ranselnya, maka semakin banyak pula pengalaman dia menjelajah.

Tipe ini juga identik dengan kebebasan menjelajah dan keleluasaan waktu. Mereka gak begitu suka menjelajah dengan jadwal yang saklek ala turis dan lebih santai karena mereka sengaja merancang waktu liburan yang lumayan panjang..

2. Ada juga flashpacker, pemilik semangat traveling yang serupa dengan backpacker namun punya dana lebih untuk kenyamanan ekstra

Flashpacker

Flashpacker adalah mereka yang traveling dengan “gaya”. Tipe ini punya semangat yang sama dengan backpacker soal menjelajah, meski umumnya punya waktu yang lebih terbatas. Tapi, mereka biasanya punya dana yang lebih untuk mendapatkan kenyamanan ekstra dibanding backpacker, seperti hotel, pesawat, dan transportasi dalam kota.

3. Ada lagi turis yang lebih suka jalan-jalan dengan cara setor uang dan terima beres

Turis

Nah, kalau tipe traveler yang satu ini juga senang jalan-jalan, tapi gak pengen repot mengatur perjalanannya sendiri. Untungnya, mereka biasanya diberkahi dengan kemapanan finansial, sehingga bisa membayar agen perjalanan dan tinggal setor badan aja untuk traveling. Mau gak mau, mereka memang mesti mengikuti seluruh jadwal dari paket perjalanan yang mereka pilih. Tapi, beginilah cara mereka menikmati sebuah perjalanan.

4. Bagi traveler perencana, setiap hal mesti dipersiapkan dengan matang sebelum perjalanan benar-benar dilakukan

Travel perencana

Sebelum melakukan perjalanan, traveler yang satu ini selalu melakukan riset yang mendalam tentang destinasi yang dikunjungi serta menyusun itinerary yang mendetil. Bahkan, mulai dari keluar hotel, makan, dan jalan-jalan udah ada jadwal dan lokasi pastinya masing-masing.

Tipe traveler ini terbiasa dengan jadwal. Susunan acara itinerary yang mereka buat adalah demi pengalaman yang seoptimal mungkin. Beberapa dari mereka adalah travel organizer yang rajin ngajakin orang-orang melakukan open trip di forum-forum komunitas traveler.

5. Sebaliknya, ada juga traveler spontan — yang memilih melakukan perjalanan tanpa berpedoman pada rencana

Traveler spontan

Mereka ini kebalikannya traveler penggila rencana. Iya, traveler tipe spontan gini gak punya rencana perjalanan, dan gak berencana untuk bikin rencana. Mereka adalah traveler impulsif yang langsung berangkat begitu punya keinginan. Mereka ngikut aja ke mana angin membawa mereka, dan “Lihat aja entar…” adalah jargon mereka.

Mungkin seandainya kecopetan sekalipun, mereka bakal tetep selow. “Tenang, bisa ngutang…” kata mereka dalam hati, sembari ngambil gorengan di warung yang seumur hidup nggak akan pernah mereka kunjungi lagi.

6. Traveler budget alias kere, mirip-mirip backpacker tapi lebih mengenaskan seru

backpacker budget

Inilah tipe traveler yang rela ngemper di peron stasiun dan menumpang truk bak terbuka. Meski dananya pas-pasan, itu gak menyurutkan niat mereka untuk traveling. Mereka selalu berusaha mensiasati dana mereka yang minim dengan berhemat; makan di warteg dan tidur di mushola pun dijabanin. Yang penting, keinginan menjelajah mereka tergenapi.

Mereka ini juga biasanya identik dengan ransel di punggung alias backpacker. Tapi, meski bujet yang minim, mereka justru punya jiwa traveling yang tinggi.

 7. Sementara, traveler unlimited punya kemampuan untuk membayar semua keinginan mereka dengan kartu sakti alias kartu kredit

Traveler unlimited

Mereka adalah golongan mapan yang dilengkapi kartu sakti alias kartu kredit. Traveler tipe ini biasanya royal rela merepotkan diri sendiri demi sanak keluarga mereka yang gak ikut jalan-jalan. Terbukti dengan jumlah oleh-oleh yang mereka bawa sepulangnya dari bepergian.

8. Traveler guidebook-minded adalah mereka yang lebih suka jalan-jalan ke suatu tempat yang diulas di buku-buku perjalanan

Travel guidebook-minded

Tipe traveler yang satu ini terinspirasi melakukan perjalanan dari buku-buku perjalanan yang mereka baca. Seperti halnya traveler perencana, mereka merencanakan perjalanan dengan mendetil berdasarkan info yang mereka dapatkan dari buku panduan. Biasanya, tujuan mereka adalah tempat-tempat yang populer di kalangan turis. Bagi mereka, belum afdol jika belum punya buku panduan lengkap ala Lonely Planet.

9. Beda lagi dengan traveler blusukan. Mereka yang suka tersesat untuk menemukan tempat baru  yang belum terjamah

Traveler blusukan

Traveler blusukan kurang tertarik pada destinasi mainstream yang udah dipenuhi turis. Bagi mereka, tempat yang jarang terjamah orang adalah tempat terbaik, meski itu berarti mereka haru bersusah payah blusukan keluar masuk hutan dan menyusuri jalan setapak. Menurut traveler ini, menjelajah keluar dari jalan yang biasa dilewati orang adalah petualangan yang sebenarnya.

10. Traveler rombongan: bagi mereka, traveling adalah hal yang mesti dinikmati bersama

Traveler rombongan

Tipe traveler ini bepergian dalam jumlah besar— mereka bisa teman kantor dan keluarga. Tapi ada juga sih rombongan yang sebelumnya gak kenal satu sama lainnya, alias hanya disatukan oleh agen perjalanan atau open trip yang sama. Traveler ini biasa diabsen saat naik dan turun dari bus, untuk mencegah salah satu dari mereka tertinggal di tempat wisata. Kalau foto, mereka akan selalu siap dengan banner ukuran jumbo.

11. Sebaliknya, solo traveler lebih suka menikmati perjalanan dalam kesendirian

Solo traveler

Tipe pelancong yang ini nggak takut ke mana-mana sendirian. Menurut mereka, seru tidaknya traveling nggak didefinisikan oleh ada tidaknya teman perjalanan (seperti yang pernah Hipwee tulis di sini). Justru, merek lebih leluasa keluar “jalur”.

Para solo traveler punya insting untuk mencari rute di luar kebiasaan traveler lain. Mereka bisa ditemukan sedang duduk seorang diri di stasiun kereta kota kecil, sampai celingak-celinguk sendirian mencari jalan di tengah-tengah pasar. Gak apa-apa, yang penting happy!

 12. Bagi traveler road trip, menjelajah dengan kendaraan pribadi adalah kepuasan tersendiri.

Traveler road trip

Bagi traveler tipe road trip ini, menggilas aspal jalanan dengan kendaraan pribadi adalah kepuasan tersendiri. Mereka melaju berkilo-kilometer untuk mencapai tempat tujuan, tapi sesekali juga berhenti untuk menikmati tempat wisata yang kebetulan dilewati, atau sekadar melepas penat akibat berkendara berjam-jam.

Jadi kira-kira, kamu termasuk tipe traveler yang mana? Nggak harus cuma satu kok. Dua atau lima pun bisa aja!

Berhenti Di Tengah Jalan Adalah Kesia-siaan. Hey Mahasiswa, Ayo Tuntaskan Kewajiban Kalian!

Kuliah memang tidak mudah. Ada ragam kewajiban yang harus kamu tuntaskan sebelum akhirnya bisa menyandang gelar sarjana. Timbunan tugas, makalah, hingga sulitnya ujian yang harus ditempuh, seringkali membuatmu menyerah. Belum lagi dosen berwatak keras dan juga bayang-bayang tentang sulitnya tugas akhir.

Rasa-rasanya berhenti di tengah perjalanan jauh lebih menggoda daripada harus berjuang lebih keras.

Sebelum merasa tidak sanggup melakoni kewajiban yang sudah kamu mulai, ada baiknya kamu berhenti dan kembali berpikir dengan sepenuh hati. Bijakkah keputusanmu jika menyerah saat ini?

Terbukti memang, kuliah bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Tapi ini bukan cuma soal gelar akademis yang disematkan. Kuliah adalah tentang perjuangan

kuliah tidak akan membuatmu merugi

Kuliah memang bukan satu-satunya caramu memperoleh kesuksesan dan impian yang selama ini ingin kamu gapai. Lihat saja di luar sana. Ada Zuckerberg dengan raksasa Facebooknya, Bob Sadino dengan bisnis food and beveragesnya. Mereka berdua, pemain unggul di bidangnya, justru tidak menyandang gelar akademis di balik nama.

Tapi ini bukan sekadar soal gelar akademis yang tersemat setelah nama. Bangku kuliah adalah tempatmu ditantang sebagai manusia dewasa yang bertanggung jawab. Di sini kamu akan dibebaskan mengambil keputusan sesuai kata hati, melakoni kelas yang membuatmu tertarik secara pribadi. Bahkan mengikuti organisasi yang memang kau minati.

Lebih dari sekadar agar bisa bersaing di dunia kerja yang keras, kuliah membentukmu jadi manusia yang tangguh dan tegas. Keringat dan potensimu akan diperas — kamu diajak berjuang melintas kekurangan dan batas.

Perjuangan ini sudah kau lakoni hingga setengah jalan. Menyerah sekarang memang menggiurkan — tapi juga meninggalkan penyesalan yang besar

berhenti berusaha lambang kesia-siaan

Lihat KHS dan KRS mu. Sudah berapa banyak waktu dan energi yang tertuang di situ? Berapa malam-malam panjang kau lewati untuk menyelesaikan tugas yang membuatmu pusing setengah mati? Tidak sedikit juga pengorbanan yang mesti dilakoni demi lulus dari tiap semester yang rasanya seperti uji nyali.

Menyerah sekarang mungkin terasa lebih enteng dan menggoda hati. Tapi apakah kamu tidak merasa rugi? Seluruh investasi tenaga, waktu, dan perjuangan akan terhenti tanpa hasil yang mumpuni. Tinggal ada beberapa semester sebelum wisuda bisa kau lakoni, hanya perlu melakoni KKN atau Skripsi sampai gelar bisa kau miliki.

Menyerah di sini memang terasa lebih mudah saat ini. Namun, penyesalan karena tidak berjuang sepenuh hati akan terus menghantuimu sampai nanti.

Sesungguhnya kamu tak pernah sendirian. Pasti ada dayamu untuk bertahan. Sebab kawan-kawan kuliah bisa jadi teman seperjuangan

Kuliah bisa terasa sangat berat. Ketika tugas yang mengalir sangat deras dan tak kunjung tuntas, belum lagi ujian dari berbagai mata kuliah yang tentu saja tidak bisa dipelajari dengan mudah. Kamu merasa menjadi orang paling malang sedunia. Harus begadang demi belajar, bahkan mengorbankan waktu nongkrong dan bersenang-senang hanya untuk tenggelam dalam kertas makalah dan bahan ujian.

Mungkin kamu perlu mengingat lagi bahwa kamu tidak sendirian. Bukankah para mahasiswa lain, termasuk teman-temanmu sendiri juga mengalami hal yang serupa? Jika mereka saja bisa, lalu apa yang membuatmu menyerah sekarang?

Penghiburan serta penguatan bisa kamu dapatkan dari sekitaran. Mereka merasakan hal yang sama, ikut jatuh bangun dalam berjuang menggapai gelar sarjana. Kamu bisa melihat bahwa bersama mereka kamu bisa melewati hal bersama. Bahkan, mereka adalah tempat tepat untuk dimintai bantuan saat kamu merasa kesulitan dengan tugas dan makalah. Mereka juga merupakan tempat yang pas untuk berdiskusi saat kamu mengalami kebuntuan pada proses pengerjaan tugas akhirmu.

Bahkan mereka yang Sarjana kelimpungan saat dihajar perjuangan mencari kerja. Cukup yakinkah dirimu bisa unggul tanpa taji apa-apa di luaran sana?

sudahkah kamu memiliki modal yang kiat untuk menapaki masa depan?

Tidak pernah ada yang mengatakan padamu bahwa dunia luar itu mudah. Ya, dunia orang dewasa berbeda dengan yang biasa kamu lihat di layar kaca atau buku cerita. Keluar dari universitas dan mencari pekerjaan itu tidak mudah. Kamu akan dibuat kelimpungan ketika hampir semua lamaran yang kamu kirimkan tak kunjung mendapat jawaban.

Kamu juga tidak akan begitu mudahnya mendirikan usaha sendiri dan menjadi pengusaha ternama. Semuanya butuh perjuangan yang sama beratnya. Jika memang kamu ingin menggeluti bisnis sendiri, sudahkah kamu siap dengan segala konsekuensi? Sudahkah kamu memiliki sifat ulet dan pantang menyerah? Dan, bukankah tidak ada ruginya jika kamu menyelesaikan bangku kuliah demi memperluas wawasan sebagai modal sebagai pengusaha di masa depan?

Kuliah bukan perjuanganmu sendiri. Ada harapan orangtua dan impian mereka yang terselip dalam ijazah dan toga yang akan kau dapat nanti. Tolong, berjuanglah sampai gelar kau miliki!

Ingatkah kamu bahwa pergumulan serta tantangan yang kamu temui sekarang ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan yang harus dilakukan oleh kedua orangtuamu. Ya, mereka bekerja siang malam demi menimbun pundi-pundi rupiah supaya kamu bisa terus bersekolah dan mendapatkan gelar sarjana. Ketika kamu memutuskan untuk berhenti berusaha dan pensiun sebagai mahasiswa, kedua orangtuamu lah yang pertama kali akan merasa terpukul dan kecewa.

Sejak pertama kamu memasuki bangku kuliah, impian mereka hanyalah melihatmu mengenakan toga dan berhasil memperpanjang nama dengan gelar sarjana. Sampai hatikah kamu memutuskan untuk berhenti berjuang hanya karena merasa malas dan enggan berjuang lebih keras? Tegakah kamu mengukir gurat kekecewaan di paras mereka yang tak lagi muda?

 

Percayalah, jatuh bangun perjuangan kalian pasti akan membuahkan hasil di masa depan. Para mahasiswa yang kewajibannya belum tuntas, tolong jangan menyerah sekarang. Bersemangatlah, sampai hari wisuda dan memakai toga itu tiba.

Maaf Bu Guru, Maaf Pak Guru: Inilah 10 Metode Mencontek yang Kami Lakukan di Sekolah Dulu

Matamu gerak kiri dan kanan, tak mau diam ngintip hasil jawaban
mencontek, mencontek teman
Segala cara engkau halalkan dan kau lakukan demi lulus ujian
mencontek, mencontek teman
mencontek teman…

(Mencontek – P-Project)


Semasa sekolah, mencontek adalah hal yang senantiasa dilarang oleh para guru. Katanya sih mencontek tidak baik untuk masa depan. Salah satu efeknya, (katanya) kita bisa berpeluang jadi calon koruptor karena tidak mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan jujur.

Tapi ngaku aja deh! Ada gak dari antara kamu yang gak pernah nyontek? Pasti pernah minimal sekali seumur hidup kan? Terus cara apa saja yang pernah kamu pakai? Mending nostalgia dulu, yuk!

 1. Satu jari berarti A. Dua jari berarti B. Untungnya soal pilihan ganda cuma berakhir di opsi E, pas dengan jumlah jari kita.

Teman: “Sssstt…”

Kamu: *noleh*

Teman: “Nomer 23 apaan?”

Kamu: *kasih dua jari*

Padahal kamu mau bilang: Piss, aku gak tahu!

2. Karena pakai jari rawan kebaca guru, bagian wajahmu punya fungsi ganda. Jidat A, hidung B, dagu C, dsb.

Jono, nomer 15!

*pegang hidung*

Nah, sudah aku duga! B jawabannya!

Padahal idung lagi gatel

3. Bapak dan Ibu Guru gak mungkin ngikutin sampai ke kamar mandi. Kamu manfaatkan kesempatan ini untuk membuka catatan secara diam-diam.

Pak, saya mau ke toilet.

Ya, jangan lama-lama ya!

Di dalam toilet yang sudah dikunci, kamu buka catatan-catatan kecil yang sudah kamu buat. Kamu buka dan kamu hapalkan supaya pas balik ke kelas, jawabannya tetap nyantol di otak. Tapi nasib akan berkata lain kalau jawaban yang kamu cari gak ada di kertas kepekan kamu.

Duh, kepekan-nya Sejarah, yang diujikan Kimia! 😦

4. Bakat-bakat vandalisme mungkin sudah muncul sedikit demi sedikit di dirimu. Meninggalkan contekan di meja dengan tipe-x atau pensil di dinding

5. Yang malas nulis di kertas kecil, biasanya langsung bawa buku catatan di laci meja. Sayangnya, metode ini gak bisa dipakai waktu ujian nasional.

Kalau ujian yang kamu hadapi bukanlah UN, kamu bisa bernapas lega. Soalnya barang-barang kamu seperti tas, buku dan sebagainya, gak akan ditaruh di depan kelas. Kamu juga tidak perlu repot-repot bikin catatan kecil. Bawa saja buku catatanmu ke laci di bawah meja. Ketika guru yang menjaga ujian sedang lengah sedikit, kamu tarik bukumu dan cari jawaban soal ke lembar jawaban.

6. Mencontek pun perlu kerjasama. Transfer kertas contekan dari bangku depan ke bangku belakang, tapi jangan sampai terjatuh ya.

Estafet kunci jawaban dari depan ke belakang.

Ada kalanya mencontek gak hanya melibatkan kamu dan teman sebangkumu, atau kamu dan teman di depan. Tapi terkadang (baca: sering banget) mencontek juga melibatkan sekelompok murid dalam satu kelas. Gak heran ada yang namanya kertas contekan bisa mengular sampai ke mana-mana. Dari bangku paling depan bisa sampai ke bangku paling belakang, eh sampai juga ke bangku seberang dengan modus pinjam rautan. Ckckck…. Pinter juga yah anak sekolah! Bahkan kalau bisa itu kertas mampir ke kelas sebalah.

Makanya, kertas contekan gak boleh sampai jatuh atau hilang! Kalau jatuh atau hilang, kan rawan banget ketahuan sama Bapak dan Ibu Guru!

7. Yang takut kertas contekannya ketahuan, gak kehabisan cara. Nulis badan dilakoni juga, anggap aja tattoo.

8. Di kelasmu pasti ada seorang juara kelas yang pelitnya minta ampun. Buat kamu yang kebagian duduk di sebelahnya, curi-curi pandang bolehlah.

Bean juga bisa nyontek

 

Kamu : Lumayan kan dapat contekan dari orang pinter! Hehe… Walaupun harus curi-curi pandang. (dalam hati)

Dia : Sukur lo, gue sengaja nulis jawaban salah! (dalam hati)

9. Ternyata kamu frustasi karena usaha mencontek si juara kelas sia-sia. Sebelum dia mengadu sama guru, mending berdehem aja sama teman meja lainnya.

10. Kecanggihan teknologi bisa membuat hidup murid sekolah jadi lebih mudah. Kamu pun menyalahgunakannya untuk mencari jawaban.

Kala telepon seluler masih sebatas telepon dan SMS, barangkali kamu menggunakan SMS untuk saling bertukar jawaban dengan kawan yang lain. Kalau saja saat itu sudah ada teknologi Android seperti sekarang, mungkin kamu lebih memilih untuk googling atau bertukar jawaban via Whatsapp atau BBM. Mencontek pun lebih murah.

Mencontek, apapun itu caranya memang tidak dibenarkan. Tulisan ini pun dibuat bukan untuk memotivasi kamu buat mencontek. Sebaliknya, Hipwee mengajak kamu untuk berpikir ulang bahwa pengorbanan kamu untuk mencontek itu sangat melelahkan. Bahkan hasilnya belum tentu seimbang dengan rasa lelahmu untuk mencontek.

So, mulai dari sekarang percayalah pada dirimu sendirimu. Kamu tentu tak akan mau menukar masa depanmu dengan menjadi koruptor bukan?

Sumber : http://www.hipwee.com/hiburan/jangan-bilang-kamu-gak-pernah-nyontek/

 

Sekolah Cuma 5 Jam, Tanpa PR & Ujian Nasional, Kenapa Pelajar di Finlandia Bisa Pintar?

Semasa sekolah dulu, rasanya mustahil kamu bisa dijuluki murid pintar kalau dapat ranking bontot. Apalagi kalau gak lulus ujian nasional, rasanya dunia selesai di titik itu. Ketatnya persaingan waktu sekolah mungkin memang bertujuan supaya kitaa berlomba-lomba jadi lebih pintar. Tapi tahukah kamu, negara dengan pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan hal yang sebaliknya?

Berbeda dengan kita yang harus menghadapi ujian nasional tiap mau naik jenjang sekolah, seumur-umur pelajar di Finlandia hanya menghadapi 1 ujian nasional ketika mereka berumur 16 tahun. Tidak hanya minim pekerjaan rumah, pelajar di Finlandia juga mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain. Namun dengan sistem yang leluasa entah bagaimana mereka justru bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Ini dia rahasianya :

1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun

Orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah kids-playingdapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.

Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.

Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.

2. Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat

Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.

Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk.

3. Semua Sekolah Negeri Di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau

Finlandia adalah negara pertama dengan program makan siang gratis untuk semua siswa. Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finland itu sama bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.noel

Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.

Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.

4. Semua Guru Di Finlandia Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia.

Disamping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari dua kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.

Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.

Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan?

5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu.DSC_0483

Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.

Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.

6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti Di Bangku Kuliah

Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.

Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekedar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri.

7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1graduation students

Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.

Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.

Emang sih kita gak bisa serta merta menyontek sistem pendidikan Finlandia dan langsung menerapkannya di Indonesia. Dengan berbagai perbedaan institusional atau budaya, hasilnya juga mungkin gak bakal sama.

Tapi gak ada salahnya ‘kan belajar dari negara yang udah sukses dengan reformasi pendidikannya. Siapa tahu bisa menginspirasi adminitrasi baru untuk mengadakan perubahan demi pendidikan Indonesia yang lebih baik 🙂

 

sumber : http://www.hipwee.com/feature/sekolah-cuma-5-jam-tanpa-pr-ujian-nasional-kenapa-orang-finlandia-bisa-pintar/

Kuliner Worth It :)

hai hai haii

hallo semuanya, bagi kalian semua yg pecinta kuliner surabaya ataupun jajanan maupun snack di Surabaya kali ini aku bakalan ngasih review-review tentang beberapa kuliner di Surabaya yang kalo menurut aku sih Worth It bangett . hhahaha

Untuk session kali ini, aku bakalan kasih review tentang cafe-cafe maupun kedai yang memiliki menu andalan dari buah durian.bagi kalian pecinta durian, nahh harus simak nih review kuliner olahan durian sebagai berikut :

1. SOP DURENKU DARMO hhj

Menu olahan durian satu ini bisa kalian temui di Jl. Raya darmo no.116 Surabaya (seberang taman bungkul, bersebelahan dengan kedai ketan punel). waktu pertama kali aku kesini, keberuntungan tidak berpihak kepadaku karena kedainya sudah tutup 😥 walhasil pulanglah saya setelah seharian ngampus. besoknya saya kembali lagi ke kedainya, dan alhamdulillah ternyata saya masih dapat bagian untuk mencicipin menu olahan durian satu ini. dilihat dari menunya, menu utamanya yaitu buah durian itu sendiri namun di match dengan berbagai macam topping dan ice cream. untuk toppingnya ada topping brownies,kitkat,oreo, ovamaltine,marshmallow dll. untuk harganya termasuk terjangkau dengan harga under 20k kalian bisa nikmatin sensasi lembutnya durian dengan lumernya ice cream dan topping yang enak. haha 😀 Untuk jam bukanya, kedai sop durenku darmo bisa dikunjungi pada hari biasa jam 11.00-19.00 WIB (tergantung stok duriannya :D) Kalo stok duriannya sudah abis biasanya langsung ditutup. untuk hari minggu jam 06.00-10.00 pas car free day. gak nyesel deh nyobain sop durenku darmo yang satu ini dan pengennya terus balik kesana dan ngincipin topping enak lainnya.

2. RAJA DURENbbb

Tempat ini semuanya serba durian dari minuman, hingga makanannya. Pernah denger sambel durian? Tempat ini punya menunya. Untuk anda pecinta kuliner durian, wajib datang ke tempat ini. Untuk yang tidak suka bau durian bisa duduk di luar, karena kalau duduk didalam akan tercium aroma durian. Dari segi harga tampaknya masih masuk di dalam budget, tapi brownie cupnya saya pikir harganya terlalu tinggi untuk porsi yang sedikit. Dan soal rasa, saya pikir berbeda tiap orang. Saya mencoba Iga goreng tepung. Rasanya enak, tapi sambalnya kurang banyak menurut saya. Dan untuk kebersihan, cukup bersih namun terkadang ada lalat yang mengganggu.Alamat : Jl. Medokan Ayu No.21-C, Rungkut, Jawa Timur 60295. JAM BUKA Senin-Minggu 10.00-22.30 WIB. Range harga disini adalah Rp 20.000-30.000an

Di Raja Duren ini ada menu :
– pancake durian
– es campur durian
– cumi sambal durian
– sop durian
– jamur sambal durian
– milkshake durian
dan masih banyak lagi variant durian lainnya.

Tatkala Ku Bercermin

Tatlaka ku bercerminScreenshot_2015-04-04-05-49-32_1

Tampaklah sosok yang sudah sangat lama Ku kenal dan ku lihat. Namun aneh, sesungguhnya aku belum MENGENAL siapa yang ku lihat

Tatkala ku tatap WAJAH, hatiku berkata :

“apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana? Ataukah wajah ini yang harus legam di neraka jahannam? ”

Tatkala ku menatap MATA, nanar hatiku berkata:

“Mata inikah yang akan menatap Allah, menatap rasulullah dan kekasih allah kelak? ataukah mata imi yang terbeliak,Melotot,terburai menatap neraka jahannam? ” wahai mata, apa gerangan yang kau tatap Selama ini?

Tatkala kutatap MULUT,

apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan, Mengucap “Laa illaha illallah” saat malaikat maut menjemput ? Atuakah menjadi mulut yang menganga dan lidah menjulur dengan lengkingan jerit pilu yang mencopot sendi-sendi setiap orang yang mendengarnya ? Ataukah mulut Ini jadi Pemakan kayu jaqqum jahanam yang getir, Penghangus dan penghancur setiap usus?

Apakah gerangan yang kau ucapkan wahai mulut yang malang? berapa banyak dusta yang kau ucapkan? Berapa banyak hati yang remuk? dengan sayatan pisau Kata-katamu yang mengiris tajam? Berapa banyak kata-kata yang semanis madu .. yang palsu yang Engkau ucapkan untuk menipu? Betapa sering engkau berkata jujur? Berapa langkanya engkau yang Dengan syahdu berusaha Memohon agar allah mengampunimu ?

Tatkala ku menatap TUBUH,

Seperti apakah gerangan Isi hatimu? Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu ? Ataulah sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu? apakah hatimu segagah ototmu, ataukah selemah daun-daun yang sudah rontok? apakah hatimu seindah penampilanmu ataukah sekotor kotoran-kotoranmu?

Betapa beda,

Betapa BEDA apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi, aku telah tertipu oleh topeng yang selama ini tampak

Betapa banyak pujian terhampar Hanyalah memuji topeng, Sedangkan aku hanya seonggok.sampah yang Terbungkus 😢😢

Mengenal serba-serbi IELTS dan TOEFL IBT

Dalam memburu kesempatan bersekolah di luar negeri biasanya diisyaratkan untuk memiliki sertifikat kemampuan berbahasa inggris dengan nilai (score) tinggi. IELTS (International English Language Testing System) dan TOEFL IBT ( Test Of English as a Foreign Language Internet Based Test) adalah dua tes yang sudah diakui secara internasional untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Sebelum menentukan jenis tes yang cocok, ada baiknya memahami perbedaan antara IELTS dan TOEFL IBT sehingga nantinya dapat belajar maksimal dan tidak merasa salah pilih. Secara umum, TOEFL IBT dalam semua sesinya ( listening,reading,writing,dan speaking) akan “memaksa” peserta berhadapan dengan computer selama setidaknya empat jam dan menjawab semua soal langsung di computer yang terhubung secara online yang akan langsung mentransfer semua jawaban dan rekaman suara ke ETS (Penyelenggara resmi tes TOEFL IBT). Peserta diperbolehkan mencatat pada kertas yang sudah disediakan.

Sedangkan pada IELTS khususnya sesi Listening, reading, dan writing kita akan mengerjakan semuanya di lembar jawaban tertulis untuk menjawab soal-soalnya yang juga tersaji di lembaran kertas. Sementara sesi speaking-nya, kita langsung berhadapan dengan penguji (examiner) asli dari luar negeri yang sudah bersertifikat dan di bawah sumpah untuk objektif dalam menilai speaking performance setiap test taker.

 

 

 

Previous Older Entries